UNTUK TAMPILAN MAKSIMAL GUNAKAN INTERNET EXPLORER                                                                      FOR BEST VIEW, YOU CAN USE INTERNET EXPLORER                                                                  
Tampilkan postingan dengan label Pengalamanku Di Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalamanku Di Jogja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 November 2008

Pengemis Modern

Wah, dah lama nggak ngoceh di blog nih....cuz sibuk banget....liburan plesir terus....Nah, gara – gara ada kejadian aneh tapi nyata aku jadi nafsu lagi nulis cerita di blog. Jadi, cerita ini terjadi di Malioboro beberapa waktu yang lalu. Waktu itu, aku bersama beberapa orang temanku pergi ke Malioboro untuk berbelanja sedikit kebutuhan sekunder, seperti sandal, baju, jeroan, dll. Nah setelah lelah ngalor ngidul mencari macam – macam kebutuhan tersebut, aku dan seorang temanku berhenti di sebuah lapak penjual baju, sambil iseng – iseng memilih kami istirahatkan kaki kami yang telah lama berjalan. Saat aku sedang memilih sebuah baju untuk kubeli, tiba – tiba dari arah belakang ada yang mencolek pinggangku. Aku pikir dia bencong atau orang iseng yang cari penyakit colek – colek aku. Jadi aku cuekin saja dia, tak lama terdengar suara rintihan seperti orang sakarotul maut,”Mas....sedekahnya mas.....seikhlasnya saja....”. Kemudian aku menoleh dan melihat orang yang merintih berkata tadi dibelakangku, ternyata dibelakangku sudah berdiri seorang lelaki paruh baya bermuka dua bernafas naga :) (bercanda), bapak itu sudah pasti seorang pengemis karena aku lihat baju dinasnya sudah usang, bau, dekil pokoknya dah nggak layak pakai. Jadi dengan senyum ramah khas artis ibu kota aku beri dia uang sebesar (nggak pamer lho ya??) Rp. 500,-. Kemudian pengemis itu ngeloyor pergi setelah mengucapkan “Matur Suwun”.

Akhirnya semua barang yang kami cari sudah didapatkan. Kami pun bergegas pulang karena jam telah menunjukan pukul 17.00 WIB. Kami pun mengambil sepeda motor yang di parkir tak jauh dari tempat kami membeli baju tadi. Saat aku sedang berdiri di trotoar sambil menunggu temanku mengambil motor, aku melihat bapak pengemis tadi. Dan tahu kenapa aku melongo seraya berucap “Haaaahhhahahh”??? karena bapak pengemis tadi sedang asik bertelepon ria, entah dengan siapa tapi aku lihat dia bahagia sekali berbincang dengan orang di handphonenya. Mungkin itu bossnya yang menaikkan jabatannya dari ajudan ke jendral :) atau mungkin itu istrinya yang jadi TKW di luar negeri. Entahlah, tapi yang aku herankan....ada ya pengemis punya handphone, bukannya mereka mengemis untuk makan?? Tapi aku nggak tahu juga, mungkin begitulah gaya pengemis modern jaman sekarang.

Minggu, 20 Juli 2008

Jatuh cinta....

Apa sih jatuh cinta itu?? Aku pernah mendengar sebuah talkshow yang membicarakan tentang cinta dan didalamnya didefinisikan apa itu jatuh cinta, menurut pembicara yang aku lupakan namanya, dia berkata,”Jatuh cinta itu adalah sebuah perasaan yang timbul karena seseorang mengagumi, berempati atau bersimpati akan lawan jenisnya yang biasanya terjadi saat kesan pertama mereka berinteraksi baik secara langsung seperti berbicara atau secara tak langsung seperti melihat. Dan itu mudah terjadi dikalangan remaja kita....ha ha ha ha....jadi semacam cinta monyet begitu.” Yah, begitulah kata Si pembicara itu yang tampangnya kusut dengan postur tubuh pendek, gendut, item, keringetan lagi. Tapi aku sependapat dengan apa yang dia katakan, namun aku tidak mau terburu – buru mengklaim apa yang aku rasakan kali ini adalah cinta sebagai bentuk implikasi daripada jatuh cinta yang sedang melanda hatiku. Nah, dalam cerita ini aku tidak sedang menceritakan pengalamanku secara langsung, aku hanya merangkum kisah – kisah cinta yang pernah aku alami selama aku di Jogja. Yang jelas walau ini cerita cinta, tapi aku akan tetap menyajikannya dalam tulisan – tulisan yang konyol dan sedikit nakal. Entah sejak kapan aku mengenal cinta, tapi semakin lama aku mengenal cinta, aku justru semakin yakin bahwa aku tidak seganteng Brad Pitt, sekaya Donald Trump ataupun seseksi David Beckham, mungkin yang pantas disetarakan denganku adalah Mbah Marijan. Tapi tunggu dulu, walau demikian bukan berarti aku nggak bisa mencintai seseorang lho, yang aku tahu selama karirku didunia percintaan ini, aku yakin kalau aku bisa seromantis Romeo, segagah Tarzan dan sesetia Rama.

Nah, tahu nggak sih kalau selama kuliah aku punya banyak petualangan cinta? Bahkan hingga tulisan ini ditulis aku masih mengalaminya, sebenarnya aku ingin menulisnya nanti jikalau kuliahku selesai namun karena sudah tak tahan dan biar tak lupa, maka aku menulisnya lebih awal. Petualangan cintaku dimulai ketika ospek fakultas, sebenarnya ini tak terlalu penting, hanya kenakalan remaja yang membuatku suka padanya, tersebutlah seorang gadis bernama Josephi, awalnya aku dan beberapa teman baruku menggodanya saat acara Stadium General di gedung KPLT. Sebenarnya aku tidak menggodanya, hanya ikut tersenyum saat teman – temanku menggodanya. Namun saat mereka berkenalan dan meminta tanda tangan pada buku ospek, aku pun turut serta dan terjadilah perkenalan disitu. Aku semakin bersemangat menjalani ospek setelah bertemu dengannya. Namun itu tak berlangsung lama karena aku tahu dia bukan orang Islam. Kemudian aku mencoba berpaling dan ... yuhui ... aku bertemu Laely. Memang tidak sempat terjadi perkenalan disitu, tapi aku tahu dia karena saat Dialog Ormawa di KPLT dia duduk disebelahku. Disitulah gelagat burukku mulai muncul, alih – alih ingin meliriknya eh dia malah menatapku. Seketika bulu ketekku berdiri, wuzzz semilir bagai diterpa angin. Ini berlanjut ketika kami bertemu lagi di ospek jurusan. Masih dengan pandangannya yang tajam dia menatapku setiap kali bertemu, sebagai seorang lelaki tentu saja eksyen terbaik harus aku tunjukan dihadapannya, dengan segala tingkah polah yang aku miliki aku mencoba mengambil perhatiannya. Waktu itu aku berharap sekali bisa satu kelas dengannya, maklum waktu itu aku sedang melakukan terapi putus cinta karena belum lama aku putus dengan kekasihku. Paling tidak, kehadirannya di kelas nanti bisa mengobati sakit hatiku terdahulu. Namun aku harus kecewa karena ternyata dia tidak satu kelas denganku, menyadari hal itu aku pun mengambil keputusan untuk mencari target yang baru, bukan untuk aku pacari tapi hanya sekedar pemotivasiku selama kuliah nanti. Nah, saat aku masuk kuliah untuk pertama kalinya disinilah aku bertemu dengan Nevi alias Angel. Seperti yang terdapat dalam ceritaku sebelumnya, aku selalu mencoba untuk bisa dekat dengannya agar aku bisa melupakan masa laluku, awalnya lancar dan ada harapan, namun akhirnya sia – sia menurutku. Aku tak bisa dekat dengannya walau hanya sekedar sahabat. Yah, inilah saatnya aku bisa melupakannya. Dari situ, aku mencoba hidup realistis, aku tak pantas berada didekatnya.

Masih dalam kekecewaan atas sikapnya yang menggambarkan kejenuhan atas kehadiranku, aku menutup diri untuk hal yang disebut cinta. Hingga tak kusadari, aku seakan mati, sepi dan hidup pun tak bergairah lagi. Tiba – tiba dalam kesendirianku itu, hadirlah sesosok orang bernama Ana. Sebenarnya tidak ada perasaan yang WAH padanya, tapi dia bisa membuat hidupku lebih berwarna. Ini pertama kalinya aku dekat dengan seorang wanita selama di Jogja. Hingga kedekatan itu pun sirna kala Ana sakit dan tak bisa masuk kuliah lagi hingga tulisan ini ditulis. Dalam perjalanan hidupku selanjutnya, hadirlah Sukma. Kami hanya berkenalan lewat handphone, itupun dia yang memulainya. Semakin hari dia semakin menjadi - jadi saja, tak cukup curhat padaku dia juga melontarkan kata – kata sejuta rayuan. Aku pun bersikap dingin karena aku belum tahu benar siapa dia. Hingga pada suatu malam, dia memintaku jadi pacarnya. Oh my God, saat itu juga aku katakan aku belum bisa kalau aku belum benar – benar kenal. Maka aku pun memintanya untuk bertemu, tempat pun ditentukan dan acara pertemuan pun terjadi. Tapi, olala kagetnya aku ketika mengetahui bahwa dia seorang laki – laki (mungkin gay atau bencong), disitu dia mulai bertindak layaknya seorang wanita. Menjulurkan lidah kayak uler cacingan dah gitu merintih – rintih kayak kuda kepanasan. Untung aku tidak gegabah menerimanya menjadi pacarku, kalau itu terjadi, musnah sudah keperjakaanku. Aku pun berkata padanya bahwa aku hanya bisa berteman dengannya, satu alasan yang aku utarakan yaitu aku sudah punya pacar. Untuk menutupi kebohonganku aku tunjukan foto seorang wanita dikelasku yang bernama Winda alias Tyas. Aku bilang padanya, aku pacaran dengannya sudah 3 bulan. Dia pun percaya dan sekarang dia sudah menghilang.

Dari sinilah, entah kenapa tiba – tiba aku selalu terbayang pada sosok Winda. Kadang – kadang aku membayangkan bisa menjalin kasih dengannya, awalnya aku coba pendam perasaanku ini karena aku tak mau kedekatanku saat ini dengannya menjadi rusak karena perasaanku yang membawa petaka ini. Namun semua tak dapat ditahan, aku pun mengungkapkannya lewat puisi. Seperti cerita yang aku tulis sebelumnya tentang Winda, dia pun sedikit berubah padaku. Namun sungguh senangnya aku karena itu tak berlangsung lama, dia kembali bersikap seperti biasa padaku. Namun bagiku kali ini berbeda, karena setiap dia tersenyum, memandang dan berbicara padaku semua itu membuatku senang. Aku merasa kehadiran perasaanku tidak mengganggunya, berbeda dengan perasaanku pada Nevi. Aku pun semakin bersemangat kuliah, ya saat tulisan ini aku tulis aku memang sedang jatuh cinta padanya. Sungguh menyenangkan, sungguh membuatku termotivasi untuk menjadi lebih baik. Itulah petualangan cintaku hingga tulisan ini aku tulis, kesimpulannya aku yakin Tuhan akan memberikan seseorang yang terbaik untukku. Dan jatuh cinta itu bagiku adalah perasaan bahagia ketika seorang yang kita sukai, kagumi atau bahkan kita cintai mau menerima kehadiran perasaan kita walau hanya dengan senyuman. Gejala jatuh cinta yang aku alami adalah selalu terbayang keindahannya dan dengannya, perasaan grogi yang terkadang muncul ketika berinteraksi dengannya, ada perasaan untuk selalu tampil sempurna didepannya baik fisik maupun psikis, jika gejala yang terakhir disikapi dengan bijak maka itu bisa membuat kita termotivasi untuk lebih baik dari sebelumnya namun jika tidak tentu kesombongan dan keangkuhan yang akan muncul. Yang jelas diakhir tulisan ini aku hanya ingin berkata, Now, I’m fall in love ..... ^_^

Selasa, 15 Juli 2008

Nenek dibalik semak

Mungkin kisah ini boleh dibilang kisah horor pertama yang aku alami selama berada di Jogja. Bagaimana tidak, karena kejadian ini detak jantungku hampir berhenti. Bukan karena jantungan, tapi karena kagetnya bukan main. Sebelum kejadian ini, aku mendengar sebuah cerita dari seorang penjual gorengan tak jauh dari kost, bahwa di daerah tempatku kost gosipnya ada lelembut wanita suka berkeliaran disitu tiap tengah malam. Katanya sudah banyak orang yang melihatnya, otomatis aku jadi takut mendengar cerita itu dan tak berani keluar malam sendirian. Lebih baik ketemu bencong perempatan jalan daripada harus bertemu lelembut itu. Yah, waktu itu malam minggu dan seperti biasa karena besok hari minggu atau dengan kata lain besok libur kuliah, aku sengaja begadang di kost temanku. Aku bermain game di kost-nya hingga larut malam, karena asiknya bermain game, aku jadi lupa waktu hingga jam menunjukan pukul 01.00 malam. Sebenarnya ada tiga pilihan, tetap main game hingga shubuh, menginap di kost teman atau pulang dan tidur di kost sendiri. Namun, karena perasaan tidak enak dengan temanku, akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke kost. Temanku menawarkan diri untuk mengantarku pulang, namun aku menolak dengan alasan, gengsi.

Coba yang mengantar cewe’, pasti nggak pake nolak. He he he ... Nah dalam perjalanan menuju kost, suasana komplek kost-ku sangat sepi. Hanya terdengar suara jangkrik, dan sesekali samar – samar terdengar dari kejauhan suara kendaraan yang masih lalu lalang. Kemudian dengan sedikit bersenandung menyayikan lagu,”Semakin Sendiri” milik J-Rocks mantap aku langkahkan kakiku menuju kost. Mumpung jalanan sepi dan untuk mengusir ketakutan, aku coba bergoyang dan berlari kesana kemari layaknya dunia hanya miliku saja. Hingga aku tiba di depan pintu kost-ku, ternyata kesialan menghampiriku. Pintu kost terkunci dari dalam, aku ketok pintu kost berharap ada yang mau membukanya, dengan sedikit ketakutan yang masih menghantui, aku masih menyanyikan lagu milik J-Rocks tadi. Namun, ketakutan dalam diriku tak dapat dibendung lagi, karena yakin takkan ada yang membukakan pintu, aku putuskan untuk kembali ke kost temanku dan menginap disana. Namun saat baru melangkah sejauh 5 langkah, tiba – tiba aku dikejutkan dengan kemunculan seorang nenek dari balik semak. Dia tersenyum dan menyapaku,”Mas......”. Kaget aku menahan nafas, sedikit air kencing membasahi celananku secara tiba – tiba “sooorrrrr..”.

Masih dalam suasana kaget bukan kepalang, aku hanya memelototi nenek itu dan tak dapat berkata apapun. Kemudian nenek itu tertawa,”hi hi hi hi ... kaget ya mas ? ... Maaf ini nenek ... nggak usah takut.” Hufffff....ternyata itu nenek yang tinggal bersama pemilik kost, nenek itu adalah ibu pemilik kost. Hah...lega rasanya mengetahui itu semua, namun celanaku sudah terlanjur basah terkena kencing tadi. Dan aku baru tahu kalau nenek itu suka menyirami kembang kesayanganya tiap tengah malam. Kemudian aku dibukakan pintu yang ternyata tidak terkunci, hanya memang untuk membuka pintu itu harus sedikit dipaksa dan butuh tenaga lebih karena engsel pintu itu sudah rusak. Kemudian dengan mengucapkan selamat malam, aku menuju kamar kost, untung Dedi sudah tertidur jadi dia tidak tahu kalau aku ngompol dicelana. Cepat – cepat aku berganti celana dan mencucinya keesokan harinya. Tapi yang aku heran, kenapa nenek menyirami kembang tengah malam?? Apa tidak ada waktu lain?? Atau jangan – jangan nenek itu .... hi .... serem .... udah ah .... selesai!!!??

Minggu, 13 Juli 2008

DEDI TAKUT KELABANG


Kelabang atau yang dalam bahasa Inggris disebut centipede adalah hewan berkaki seribu yang memiliki racun, namun pada manusia efek racun itu tidak terlalu berbahaya. Ini bukan pelajaran tentang biologi, tapi aku ingin mengisahkan sebuah pengalaman pahit temanku Dedi dengan seekor kelabang. Entah karena keturunan atau apalah, yang jelas reaksi yang ditimbulkan ketika dia bertemu kelabang adalah kepala nyut – nyut terus gigi snut – snut, sungguh mengerikan. Kisah ini terjadi pada malam hari saat aku, Dedi dan seorang temanku Hamdu sedang berada dalam kamar kost. Dedi sedang sibuk mengerjakan tugas di lantai, Hamdu sedang membaca materi kuliahnya sementara aku sedang asik menonton televisi karena semua tugas kuliah sudah aku kerjakan. Jadi lumayan ada waktu untuk refreshing, saat sedang serius – seriusnya, tiba – tiba Dedi menjerit histeris, “ Haaaaa......” sambil berdiri dan mengusap kakinya. Aku dan Hamdu hanya melihatinya, kebingungan dengan tingkah anak yang satu ini. Dia menjerit tiba – tiba tanpa bisa menjelaskan apapun, antara kesurupan dan kebelet.

Kemudian aku bertanya apa gerangan yang membuatnya menjerit seperti itu. Dengan nafas masih tersengal – sengal dia berkata,”Hiiiii....tadi ada kelabang merayap di kakiku....cepet cari....aku takut nanti dia merayap lagi waktu aku lagi tidur”. Kemudian kami bertiga pun mencari kelabang itu disetiap kamar, mulai dari kasur sampai lemari kami bongkar untuk menemukan kelabang itu. Namun hasilnya nihil, kelabang itu tidak ketemu. Kemudian Dedi berkata pada Hamdu,” Du...nanti aku nginep tempatmu ya...” Hamdu hanya tersenyum mesum tanda setuju. Namun, tak lama teman Dedi SMS dan mengajaknya mengerjakan tugas di kostnya, akhirnya Dedi dan Hamdu pergi ke rumah temannya itu dan menginap disana. Sementara aku, santai saja tidur di kamar kost, karena aku yakin kelabang itu sudah pergi jauh. Yang jelas, pagi pun tiba namun kelabang itu tidak menampakan diri lagi. Saat Dedi pulang ke kost dia langsung menuju ke WC untuk buang air besar, namun na’as yang namanya jodoh nggak akan kemana, di WC dia bertemu kelabang itu lagi. Alhasil, dia tidak jadi buang air besar dan kembali masuk kamar kost dengan wajah pucat dan memelas. Merinding ketakutan dan menahan B.A.B-nya tadi, kemudian dia menceritakan pertemuannya dengan kelabang itu padaku. Aku hanya tersenyum dan tenang – tenang saja. Hah....aku cuma bisa berpesan, nikahilah kelabang itu, niscaya kau akan hidup bahagia dengannya....peace!!?

Rabu, 02 Juli 2008

Tragedi Oseng Mercon

Waktu itu hari dan tanggalnya lupa, yang jelas saat mau makan malam sekitar pukul 07.00 malam. Aku dan temanku Dedi, berunding masalah makanan karena warung makan yang biasa kami datangi ternyata tutup. Kemudian karena aku sedang ngidam makan makanan yang pedes – pedes, aku teringat ada penjual oseng mercon di depan. Kebetulan aku belum pernah merasakan oseng mercon, hanya pernah melihatnya di televisi. Kemudian aku usulkan dan Dedi pun setuju, maka kami pun meluncur ke tempat dimana oseng mercon itu dijajakan. Kemudian aku membeli 2 bungkus oseng mercon dengan harga Rp 5000/bungkus. Kami pun kembali ke kos untuk mencicipi oseng mercon itu, saat kami buka ternyata isinya kikil dengan ulekan cabe seabreg...ini makanan orang apa makanan kadal? Yang namanya cabe, bukan main banyaknya, aku pikir ini penjual lagi emosi sama suaminya jadi nggak kira – kira ngasih cabenya. Namun justru karena banyak cabe aku jadi tambah bergairah untuk menyantap itu makanan. Seakan – akan ini sebuah tantangan baru yang harus aku taklukan, efek samping seperti bibir jontor dan mules – mules aku abaikan demi kesuksesanku menaklukan makanan ini.

Kemudian Dedi mencoba sesuap nasi plus oseng mercon, baru sesuap dia sudah menangis dan berhenti makan. Dia bilang,”Waduh...pedese pollll....nanti lagi ah....nggak tahan.” Kemudian aku tersenyum dan mengejek Dedi, ” ha ha ha baru sesuap aja sudah nangis, contoh donk mamas ijul sang pawang cabe....” Kemudian aku menyuap satu sendok ke dalam mulutku, dan.....dalam hati aku berkata,”Allahu Akbar.....pedes banget....” Namun untuk menjaga image, aku tetap tersenyum sambil mengembang kempiskan hidungku untuk menahan rasa pedasnya. Kemudian 2 sampe 3 suap aku masih bisa bertahan, namun saat mencoba suapan keempat air mata mulai keluar, karena malu dengan Dedi, aku keluar dan mencuci mukaku agar tak kelihatan cengeng. Sambil masih mengipas – kipas lidahku dengan buku, aku hentikan sementara perlawananku kepada oseng mercon itu. Ya Allah .... mungkin ini salah satu kiamat kecil yang aku alami. Rasa pedasnya lama sekali menghilang, setelah beberapa menit aku lanjutkan kembali perlawananku menghadapi oseng mercon. Aku ambil satu suap nasi sebanyak mungkin plus oseng mercon yang tak kalah banyak sampai – sampai mulutku penuh. Mata mulai melotot ketika pedasnya kembali terasa, nafasku mulai tak teratur karena rasa pedas yang menggila. Masih dengan nafas tersengal – sengal seperti ibu mau melahirkan, aku nekad habiskan oseng mercon itu. Dan akhirnya misi selesai, oseng mercon habis.....aku pun ikut habis karena kepedasan. Mulut dan perut serasa terbakar, pedas dan panas. Dalam pikiranku terbayang besok pasti saat B.A.B bokongku bakal mledug dan gosong atau mungkin saja akan mengeluarkan bau yang tak biasa atau dut dut brot dalam bahasa Thailand. Namun nyatanya semua berakhir dan apa yang aku pikirkan tidak terjadi....Syukurlah.....

Selasa, 01 Juli 2008

Rejeki Nombok

Kejadian ini terjadi sudah cukup lama, mungkin 3 bulan setelah aku mulai kuliah. Kebetulan aku baru ingat jadi aku ceritakan saja biar koleksi ceritaku bertambah banyak. Jadi begini, waktu itu aku makan malam di sebuah angkringan. Kebetulan waktu itu aku makan sendirian karena Dedi teman satu kostku yang biasanya menemaniku makan malam sedang pulang kampung. Nah, karena sedang menjalani program MaMuYaPenKe (Makan Murah Yang Penting Kenyang) aku memilih angkringan sebagai tujuanku makan malam saat itu. Setelah berdandan cukup rapi, aku beranjak meninggalkan kost untuk makan malam. Setelah sampai disana aku makan 3 bungkus nasi kucing, 4 biji gorengan plus 1 gelas teh. Karena aku tidak tahu berapa total uang yang harus aku bayarkan, maka aku berikan uang 5000 rupiah kepada Si penjual. Aku mendapat kembalian 3000 rupiah. Aku pikir WOW murah sekali .... sejak saat itu aku mulai tertarik untuk makan malam disitu lagi.

Nah, masih dengan program MaMuYaPenKe yang aku jalani, malam berikutnya aku mulai makan disitu lagi. Kebetulan aku bertemu seorang kenalanku waktu ospek, karena lupa namanya jadi aku panggil saja dia ”dab” (kata temanku itu sinonim kata mas dalam bahasa Jawa). Tanpa ingat namanya, aku asyik ngobrol dengannya. Ketawa ha ha hi hi tidak menduga kalau sebentar lagi aku akan kena malapetaka. Kemudian saat temanku membayar semua makanan yang dia makan tadi, ternyata Si penjual tidak memiliki uang 500 rupiah untuk kembalian. Dengan baik hati, temanku memberikan kembalian 500 itu kepadaku. Dia bilang,” Ya udah mas, kembaliannya buat temenku aja.” Setelah Si penjual manggut – manggut kayak onta dehidrasi, temanku ngeloyor pergi sambil mengucapkan kata perpisahan. Dalam benakku hanya terbesit satu kata, LUMAYAN ..... Jadi setelah melalui perhitungan yang lumayan rumit, aku mulai mengambil 3 bungkus nasi kucing, 4 biji gorengan plus 1 gelas teh (seperti biasa), karena ada tambahan dana dari temanku, aku ambil 2 tusuk sate ayam karena aku pikir satu tusuknya berharga 250 rupiah seperti di angkringan yang lain. Namun saat aku bayar, total semua makanan yang aku ambil adalah 4500 rupiah .... BANGKRUT .... kemudian dengan sedikit tidak percaya aku tanya harga tiap makanan yang aku makan, Si penjual berkata : ” Nasi kucing satunya 500, es teh 1000, gorengan 250, sate 500.” Terus aku komplain, aku bilang,” Kemarin saja saya makan 3 bungkus nasi kucing, 4 biji gorengan plus 1 gelas teh cuma bayar 2000 koq sekarang cuma tambah 1000 buat satenya jadi 4500?” Dengan santai Si penjual menyebalkan itu berkata,”Oh...mungkin salah hitung, kemarin kan waktu mas bayar ada orang lain juga yang bayar, kemarin dia juga komplain karena kembaliannya kurang. Jadi sekarang mas tinggal nambahin aja kurangan yang kemarin, jadi tadi 4500 ditambah kemarin kurang 1500 terus tadi ada 500 dari temen mas jadi totalnya 5500, mas.” .... BUSYET....amit – amit jabang bayi....nasib – nasib....terpaksa aku bayar 5500 rupiah. Usai sudah program MaMuYaPenKe – ku. Hmmmhh.....sejak saat itu aku kapok makan disitu lagi....cuma lewat aja terkadang males lihat penjualnya. Cape’ deh....ini nih yang disebut Rejeki .... Nombok .....

Minggu, 29 Juni 2008

Hari Penuh Kesialan part II

Inilah kisah menyebalkan yang pernah aku alami. Mungkin hampir sama dengan judul sebelumnya, ini semua terjadi karena banyak orang – orang sialan disekitarku. Cerita ini berawal ketika aku mengajak teman satu kosku untuk sarapan karena aku masuk pagi. Dia mengiyakan namun saat bersiap – siap tiba – tiba handphone dia berbunyi, yah itu telepon dari cewenya, jadi tentu saja dia meladeni cewenya dulu yang selalu merindunya tiap detik. Dan aku dengan muka agak BT, ditekuk cemberut dengan bibir sedikit manyun hanya bisa menunggunya sambil memainkan komputer. Setelah menunggu kurang lebih satu jam, dia pun selesai bercinta dengan pacarnya. Jam menunjukan pukul 06.30 pagi. Aku pun mengajaknya sarapan untuk yang kedua kalinya, kemudian dia berkata,”Sebentar aku cuci muka dulu.” Kemudian aku terduduk di depan komputer sambil menunggunya kembali.

Eh ditunggu hampir 15 menit dia nggak kembali juga, jadi aku menuju kamar mandi dan aku panggil dia. Eh lha ternyata dia lagi asyik beol, huff dengan hati sedikit dongkol aku putuskan untuk sarapan sendiri. Setelah membeli sarapan, aku pun kembali ke kost, sialnya ditengah jalan menuju kamar kos aku dikagetkan oleh seorang temanku,”DOOORRRR” begitu teriaknya dengan muka penuh kemaksiatan dia tertawa terbahak – bahak melihatku hampir mati karena dia kagetkan. Tak senang dengan perbuatannya aku hanya berkata,”GuK!!!??”. Lalu aku kembali masuk ke kamar kos dan kemudian bersiap untuk mandi, kemudian karena ada yang memakai kamar mandi. Aku menunggunya, jam sudah menunjukkan pukul 06.50 pagi. Dengan perasaan sedikit panik karena sudah dapat dipastikan aku akan telat aku mencoba melongok pintu kamar mandi. Dan ternyata masih tertutup, setelah menunggu agak lama dia yang didalam pun kelura. Dengan secepat kilat aku ambil alih kamar mandi, baru mau menyiramkan air eh lha hadirlah seorang pengganggu, dia menyuruhku untuk cepat dan aku mandi tanpa gosok gigi. Aku pun melanjutkan gosok gigi didekat sumur, nah ini yang paling buat aku dongkol. Tiba – tiba saat aku membuka kran untuk berkumur air dari bak penampung habis. Otomatis dengan mulut masih penuh busa aku pun mengisi bak penampungan itu, setelah cukup lama mulut ini penuh oleh busa akhirnya aku pun bisa berkumur. Setelah semua beres aku memakai baju dan bergegas berangkat menuju kampus. Ha...untung saja aku bisa tersenyum karena dosennya pun belum masuk, walau agak ngos – ngosan karena kecapean setelah berlari menuju kampus tadi. Kini aku bisa ngaso dulu sebelum memulai kuliah, sambil menunggu dosen masuk aku berbincang dengan beberapa temanku.

Jumat, 27 Juni 2008

Stop Kontak yang Meledak

Kisah ini terjadi sekitar pukul 3 pagi. Waktu itu aku berniat ingin melaksanakan sahur karena aku akan menunaikan puasa senin kamis (bukan pamer lho). Setelah aku melaksanakan sholat tahajud terlebih dahulu, aku mulai mempersiapkan bahan – bahan untuk membuat menu sahur pagi itu. Sebungkus mie instan dan sekaleng susu aku siapkan, kemudian sebelum aku mulai memasak air dengan heater (alat pemanas air). Aku sempat mendengar temanku sedang menonton Final Liga Champion antara Manchester United melawan Chelsea. Hari itu memang berbeda karena Liga Champion, biasanya saat sahur terasa sepi tapi kali ini ramai. Jadi iseng – iseng aku juga menonton Liga Champion terlebih dahulu. Karena sudah mendekati shubuh aku bergegas memasak air dengan heater. Nah, ini dia bencana saat itu. Saat aku mencolokkan kabel heater ke stop kontak, tiba – tiba stop kontak itu meledak. DUUUOOORRRR ..... aku kaget dan menjerit lenjeh,”Ahhhhhh......” seketika listrik padam saat teman – temanku sedang asyik menonton. Terdengar suara teman – temanku yang kecewa karena listrik tiba – tiba padam, karena takut diprotes aku pun langsung bersembunyi. Aku pura – pura tidur dengan menutupi seluruh tubuhku dengan sarung berharap mereka percaya dengan aktingku dan tidak tahu kalau akulah penyebab listrik padam.

Keberuntungan berpihak padaku, mereka tidak memprotesku walau harus kehilangan beberapa menit serunya pertandingan Liga Champion. Alhasil aku tidak jadi membuat mie instan itu, aku ganti dengan roti yang sempat aku beli sebelumnya untuk sahur saat itu. Kemudian pagi harinya, kejadian waktu shubuh itu menjadi buah bibir antar penghuni kost, mereka menyayangkan karena listrik padam mereka kehilangan keasyikan menonton Liga Champion. Aku pun pura – pura nggak tahu apa – apa dan lebih aneh lagi aku ikut berbincang dengan mereka. Dalam hati aku selalu berdoa semoga tidak ada yang tahu sebab listrik padam. Dan hingga kutulis cerita ini, semuanya masih misterius bagi penghuni kost, sementara bagiku itu masih menjadi rahasia. Bagi yang baca cerita ini, jangan kasih tahu apapun tentang kejadian itu pada teman satu kostku. Aku mohon....ih.....kamu cakep deh kalo nggak kasih tahu mereka....he he he

Cinta Monyet Kawanku

Ini adalah cerita cinta Dedi kawanku, tentu saja cinta monyet. Aku rasa banyak hal – hal lucu yang aku dengarkan dari pembicaraannya dengan cewenya itu. Aku tidak bermaksud menguping pembicaraan mereka, tapi aku mendengarnya karena saat dia bicara dengan cewenya itu, aku sedang berada di sebelahnya. Sebut saja nama cewenya itu Umi Ika 3, begitu yang dia tuliskan dalam hpnya. Namun Dedi lebih sering memanggil cewe itu dengan sebutan Ika, aku juga tak mengerti, maksud kata Umi didepan nama Ika itu. Mungkinkah artinya Ibu? Kalau benar berarti dia pacaran dengan seorang Ibu? Mungkin saja, karena aku sempat dengar kalau suara Ika mirip seperti suara Ibunya Dedi. Itu juga pengakuan Dedi sendiri. Tapi mungkin juga tidak, karena Ika masih seumuran dengan aku dan Dedi. Semakin hari mereka semakin mesra saja. Perkenalan mereka, yang kutahu karena Ika salah kirim sms ke Dedi. Ah, itu sih lagu lama, pura – pura salah kirim biar bisa kenalan sama orang lain.

Sebenarnya, aku enjoy saja saat mereka melakukan pendekatan, tapi yang membuat aku sebal. Mereka PDKT di saat kebanyakan orang sedang terlelap tidur, yaitu antara jam 11 sampai subuh. Mereka tertawa penuh birahi setiap saling ungkap perasaan. Ya, bagaimana aku bisa tidur nyenyak karena keributan yang mereka hadirkan. Masa jam 11 malam hingga subuh mereka bertelepon ria, keturunan memedi kali mereka itu. Yang jelas aku amat sangat terganggu, sampai sempat disuatu malam aku tak bisa tidur karena perbincangan mereka. Dengan pura – pura tidur, aku mendengarkan pembicaraan mereka yang kurang lebih begini bunyinya :

Ika : Kamu sayang gak sama aku?
Dedi : Iya, aku sayang sama kamu.
Ika : GOMBAL!!?
Dedi : Kalau gombal ya dicuci aja biar bersih. He he he
Ika : He he he, apa sih yang buat kamu sayang aku?
Dedi : Ya, dari cara bicara kamu, kepribadian kamu, pokoknya itu sudah lebih
dari cukup.
Ika : Bener, kamu sayang sama aku??
Dedi : Iya....sayang....

Mungkin itu terdengar biasa bagi kebanyakan orang yang sedang kasmaran. Tapi ini berbeda, mereka belum saling bertemu dan mereka kenal hanya lewat sms dan telepon dalam waktu yang relatif singkat. OK ... bisa diterima, mungkin Dedi melihat ada kesempatan untuk mendapatkan seorang kekasih. Namun bagiku itu sangat amat konyol, jelas – jelas mereka belum mengenal dekat secara langsung. Tapi sudah mengumbar sejuta asmara, yah anak muda. Aku jadi teringat sebuah film yang menceritakan dua orang yang saling kenal melalui handphone, kemudian ketika mereka bertemu OLALA sangat terkejutnya Sang wanita karena yang selama ini ia cintai adalah seorang om – om tua dengan wajah mesum, berkumis, botak dan bertubuh gemuk. Yah, otomatis hancurlah cinta mereka, atau ada juga sebuah film komedi dimana ada anak muda yang ikut sebuah biro jodoh dan ketika dia dipertemukan dengan Sang wanita, Si pemuda itu malah takut. Karena yang akan dijodohkan dengannya adalah seorang perawan tua. Tapi itu semua cuma cerita yang direkayasa, lalu bagaimana dengan Dedi dan Ika. Yah, semoga saja tidak ada kekecewaan diantara mereka berdua yang dapat membuat hubungan mereka hancur. Intinya, harus berani bertanggung jawab dengan apa yang mereka perbuat.

Dan dengan aku?? Tenang saja, aku sudah mempunyai kekasih yang jelas sangat setia dan sayang sama aku. Tak perlu aku ragukan itu karena kami sudah menjalani kisah kasih selama 1 tahun lebih, hanya jarak membuat kita berpisah untuk sementara. Dan suatu saat itu akan kembali dengan keadaan yang lebih baik. Buat Dedi keluarkan jurus pemikatmu (bau ketek), semangat prend ... kejar terus awewemu. Jangan permalukan aku sebagai guru besarmu dalam mencari wanita. SEMANGAT ..... ^_^’

Kamis, 26 Juni 2008

1st Experience in Sunday Morning

Kisah ini terjadi saat aku dan beberapa temanku jalan – jalan menuju Sunday Morning. Ini hari pertamaku pergi ke Sunday Morning, awalnya aku pikir Sunday Morning itu semacam pameran di gedung mewah namun saat sampai disana semuanya terjawab, ternyata Sunday Morning adalah sebuah pasar kaget. Jadi segala macam penjual berjubel disitu, mulai dari penjual baju, jeroan (celana dalam dkk) sampai makanan ada disitu. Awalnya aku enjoy saja karena masih leluasa berjalan, sambil iseng – iseng cuci mata aku bercanda dengan beberapa temanku. Kemudian saat mendekati pusat Sunday Morning itu, rasa jenuh mulai datang. Karena segala jenis manusia beraneka rupa berbaur, bersenggolan dan berdesak – desakkan disitu. Karena sedikit cape’, aku ajak seorang temanku mencari tempat istirahat terlebih dahulu. Namun dia menolak, kemudian dengan wajah sedikit kesal aku ikuti mereka. Kemudian salah seorang temanku berhenti disebuah tempat penjualan ikat pinggang, dia berniat membeli ikat pinggang. Namun sang penjual tidak berada ditempat, jadi untuk menghibur diri aku pura – pura saja menjadi seorang penjual dengan saling tawar menawar dengan temanku.

Tak berapa lama datang seorang ibu dengan membawa anaknya, kemudian dia bertanya, ” Mas, kalau ikat pinggang yang ini harganya berapa ya? ” Aku pikir ibu itu hanya sekedar bertanya, jadi aku jawab, ” Mungkin sekitar 20000 bu .... ” lalu ibu itu kembali berkata,”Hah, mahal amat mas....bisa dikurangi nggak? 15 aja gimana? ” Aku kembali menjawab,” Ya nggak tahu bu, mungkin boleh.” Kemudian sambil berkata,”Halah udah 15000 aja...” dia menyodorkan uang 15000 rupiah kepadaku. Aku terima uang itu kemudian bertanya, ”maksudnya apa bu?” Ibu itu berkata,”Ya, buat bayar, katanya 15000 bisa?” Spontan aku berkata pada ibu itu,”Lho? Saya juga pembeli bu, tadi saya cuma lagi bercanda aja sama temen saya.” Kemudian ibu itu dan beberapa calon pembeli tertawa, sialnya tak ada pembelaan dari temanku, dia juga ikut menertawaiku. Untung tak berapa lama penjual yang asli datang, berakhir sudah kemaluanku (baca : rasa maluku). Hufff.....memang ada – ada saja yang terjadi dalam hidupku ini. Aneh nyeleneh weleh weleh ......

Rabu, 25 Juni 2008

DITABRAK ANAK IMPORT

Kisah ini terjadi sangat singkat, namun berhubung aku pengen pamer kalau di Jogja aku pernah sedikit bersinggungan dengan orang bule jadi aku ceritakan cerita ini. Begini ceritanya, waktu itu sore hari aku sedang tertidur di kasurku yang penuh dengan pernak pernik hasil mimpiku tiap malam. Saat sedang asyik SMS-an dengan temanku diluar sana, tiba – tiba dengan wajah lusuh penuh keringat Dedi pulang dan tak lama dia mengajakku bermain di kost Angga teman sepermainanku dari Lampung. Namun aku menlak karena saat itu aku sedang asyik SMS-an dengan temanku yang cewe. Nah, setelah SMS-anku dengan temanku itu berakhir, aku pun merasa kesepian. Dan akhirnya aku memutuskan untuk menyusul Dedi dikost Angga, lagi pula aku ada sedikit keperluan dengan Angga. Jadi aku pun beranjak dan segera pergi ke kos Angga.

Kemudian dalam perjalanan aku membuka handphone lagi karena bergetar didalam kantong celanaku, saat sedang mengecek handphone tiba – tiba tanpa aba – aba seorang anak kecil menabrakku, untung tidak mengenai senjataku, kalau terkena pupus sudah masa depanku menjadi seorang ayah. He3x Setelah aku perhatikan dengan seksama ternyata dia anak import, terlihat dari rambutnya yang kuning dan matanya yang melotot memandangku. Tak lama kemudian Sang induk datang menghampiri anaknya, dia pun berkata,”FHDFDgfgdgdtcngayshhadhhasgd%%#@**&^!!? (aku tidak mengerti apa yang dia katakan pada anaknya).” Tapi kemudian dengan senyum ramah dia berkata padaku,”Are you okay boys? Forgive my son, he absolutely naughty.(yes, aku hafal)” Kemudian aku hanya tersenyum blo’on dan menjawab dengan sedikit terbata - bata,”No problem, he is handsome kid.” Kemudian Sang induk berkata lagi sambil menahan anaknya yang rewel,” Do you like my son?” Kemudian dengan terpaksa aku mengangguk karena keramah tamahan Sang induk, sebenarnya aku amat sebal dengan anak import itu karena dia memelototiku, ingin sekali aku menarik hidungnya agar bertambah panjang seperti pinokio.

Sang induk kembali bertanya,”Where do you go?” aku jawab,”I want to go to my friend’s home.” Kemudian sambil tersenyum, Sang induk berkata,”Yes...please.” Kemudian aku jawab,”Thank you, nice to meet you.” Kemudian aku kembali melanjutkan perjalananku menuju kost Angga dan saat sampai di kost Angga aku pun sedikit menceritakan kejadian itu.

Minggu, 22 Juni 2008

Aku versus Anjing Sialan

Kisah ini terjadi secara tiba – tiba, yang jelas aku paling takut dengan hewan yang disebut anjing. Apalagi ini anjing birahi....weleh....tambah serem aja tahu!? Waktu itu pagi – pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Aku berniat membeli sarapan di sebuah warung, namun karena warung langgananku itu tutup jadi aku berjalan memutari kompleks untuk mencari warung makan yang sudah buka. Tiba – tiba dalam perjalanan aku bertemu seekor anjing yang sedang rebahan di depan sebuah rumah. Bagiku itu hal yang biasa karena di kompleks kostku memang banyak sekali anjing, mungkin karena mayoritas yang kost disitu adalah mahasiswa FKH dan Peternakan UGM. Dan bertemu dengan anjing sudah menjadi kewajaran disitu. Namun kali ini berbeda, karena anjing ini memandangku penuh birahi, mungkin karena dia melihat bokong bahenolku bergoyang kesana kemari. Dengan menahan nafas aku lewati anjing itu dengan tenang, jantung semakin berdebar ketika posisiku semakin dekat dengan anjing itu. Saat jarakku dengan anjing itu tinggal beberapa langkah lagi, aku berpura – pura saja cuek padanya, berpura – pura tidak takut padanya. Namun alangkah terkejutnya ketika secara tiba – tiba dia berdiri dan menggonggong,”HRGGG GUUK...” Spontan aku berteriak,”Haaaaaaa....” sambil kemudian berlari. Namun dasar anjing sialan, aku sengaja berlari agar bisa menjauhinya eh....malah dia ikut berlari mengejarku, seakan – akan dia semakin bernafsu menikmati bokongku yang memang tinggal tulang dilengkapi aroma kentut.

Otomatis aku percepat lariku, jangan sampai aku ternodai oleh anjing sialan itu. Keberuntungan sedikit berpihak padaku, ternyata anjing itu masih waras. Saat aku melewati seorang wanita paruh baya sedang bersepeda, tiba – tiba anjing itu berhenti mengejarku dan berganti mengejar wanita itu. Wanita itu pun menjerit ketakutan, seketika warga keluar menyelamatkan wanita itu. Dan anjing itu ditangkap, aku berharap anjing itu segera dikebiri (dimandulkan-red) agar dia tidak terlalu bernafsu lagi bertindak asusila semacam itu. Dengan nafas sedikit terputus – putus aku tersenyum dan kali ini aku ceritakan cerita ini sebagai bahan pelajaran, jangan sekali – kali dekati anjing dengan ciri – ciri sebagai berikut : nafas tersengal – sengal, berliur, menggoyang – goyangkan ekornya dan suka main mata, sudah jelas itu adalah anjing birahi. Jangan coba – coba!!?Anjing birahi koq coba – coba.....

Sabtu, 21 Juni 2008

Kecoa Kurang Ajar

Kejadian ini terjadi beberapa waktu yang lalu, kira - kira 2 atau 3 hari yang lalu (terhitung mulai tanggal 17 Juni 2008). Kisah ini bermula dari kesendirianku berada di kost karena temanku Dedi pulang kampung. Selama di kost seperti biasa kalo nggak maen komputer ya yang pasti nonton tivi. Tidur jadi pilihan ke 3 kalo listrik lagi mati, biasa belum bayar listrik.He2x Nah waktu itu sekitar jam 8 malam aku tiduran dikasur sambil menonton sinetron di televisi. Sesekali aku menguap karena siangnya aku tidak tidur siang, jadi mungkin rasa ngantuk ini sudah menjadi akibat karena aku tidak mau tidur siang. Saat mata mulai merem melek tak kuat menahan rasa kantuk, tiba – tiba aku mendengar suara aneh,”SRSRSRRSRZRRZR.......” Kemudian aku terbangun dan celingak celinguk (menoleh kesana – kemari) mencari suara itu berasal. Dan aku tersentak saat aku membuka lemari pakaian, muncullah seonggok kecoa kurang ajar yang sedang mencoba terbang kesana kemari. Dia pun mulai terbang didalam kamar kos kesana kemari, seakan – akan menghinaku dengan kata – kata,”Coba kalo berani, tangkap aku......we......” Dengan hidung yang mulai kembang kempis menahan kesal karena ulah kecoa itu, aku lipat sarung memanjang dan mulai mencoba memukulnya.

SROOTT JEBROOT PLAKKK BLETAKKK DUMBRANG BRENG....Aku terus mengejar dan mencoba memukul kecoa itu. Tak berapa lama, kecoa itu terkena pukulanku, aku harap dia wafat seketika namun saat aku cari jasadnya, mau percaya atau tidak, jasadnya hilang tanpa bekas. Kemudian aku coba teliti di balik sarung, siapa tahu jasadnya nyelip. Eh lha saat aku membuka sarung yang aku pegang buat memukul tadi, secepat kilat kecoa itu merayap ke tanganku dan masuk ke dalam baju lewat lubang pada lengan bajuku. Spontan karena merasa dilecehkan oleh kecoa itu, aku lepas bajuku kemudian aku kibas – kibaskan bajuku. Kecoa itu pun jatuh, saat dia hendak lari, dengan cepat aku menginjaknya dengan penuh nafsu ingin membunuh, rasa kesalku terlampiaskan. Aku injak kecoa itu sekuat tenagan hingga kecoa itu wafat dalam bentuk tak sempurna lagi, penyet kayak ee’ kuda ke injek ban mobil. Kemudian aku pungut mayat kecoa itu dan aku buang ke dalam kloset....aku siram dan selesailah sudah. Akulah pemenang dari pertarungan tidak seimbang itu, he he he mantan pendekar naga geni 212 koq dilawan!!!???

Nasi Goreng Jamur

Ada yang pernah makan nasi goreng?? Pasti semua dah pernah kan? Kasihan kalo gini hari belum pernah makan nasi goreng. Kemana aja prend? Nah, ini cerita tentang nasi goreng. Waktu itu malam – malam, aku dan 2 temanku Dedi dan Hamdu iseng – iseng cari tempat makan dan menu makanan yang baru di luar tempat yang biasa kami kunjungi, kayak wisata kuliner gitu deh. Dalam perjalanan, kami melihat papan bertuliskan ”WAROENG JAMUR”. Tiba – tiba aku nyeletuk,” Wah, makanannya dah jamuran semua ni ”. Eh lha, temenku nambahin,” Jangan – jangan jamurnya jamur kulit ”. Wah dasar kami ini memang kritikus sejati. Ha3x Nah, setelah kami berdebat akhirnya kami memutuskan untuk mencoba makan nasi goreng jamur yang menjadi menu andalan rumah makan itu. Kami masuk dan memesan 3 nasi goreng jamur sekalian 3 gelas teh hangat. Karena menunggu terlalu lama, kami punya kesibukan masing – masing. Seperti biasa, aku sibuk ngupil, sementara Hamdu sibuk cengar – cengir SMS-an dan Dedi sibuk baca sepotong koran padahal itu koran buat nutupin gorengan yang tersedia di meja.

Tak lama nasi goreng datang, tak butuh waktu lama kami menghabiskan nasi goreng itu. Nah, setelah selesai kami memutuskan pulang. Sebelum pulang otomatis bayar dulu donk, disini letak kehebohan cerita ini. Saat mau bayar temanku Hamdu bertanya,” Mba, tadi koq lama bikin nasi gorengnya?? Emang jamurnya pake jamur apa?? ”. Si penjual menjawab,” Oh, iya maaf tadi kan jamurnya harus dicuci dulu jadi lama. Tadi itu jamur kuping”. Hamdu tanya lagi,” Lain kali nggak usah pake jamur mba nasi gorengnya jadi nggak lama.” Dedi menimpali,” Dasar o’on namanya aja nasi goreng jamur koq nggak pake jamur.” Hamdu tersenyum bego. Lalu giliran aku bertanya,” Mba, memang berapa sih harga jamur kuping satu kilonya sekarang??” Si Penjual menjawab,” Hmmh ... sekarang jamur kuping mahal mas, sekilonya bisa sampe 15 atau 20 ribu.” Sontak aku jewer kuping Hamdu dan kemudian berkata,” Wah, kamu bisa cepet kaya Du, nih kuping kamu jamuran”. Kami semua pun tertawa termasuk Si Penjual tadi, huh dasar inilah orang – orang bego kalo ngobrol pasti norak dan konyol banget. Jangan ditiru dirumah ya?? Karena dapat menimbulkan kebodohan bertahun - tahun. ^_^’

Kamis, 19 Juni 2008

Dikira Pengamen

Kisah ini terjadi saat aku kembali ke Jogja setelah hampir sebulan liburan di kampung halaman. Waktu itu aku sengaja kembali ke Jogja dengan membawa gitar, karena di kost nggak ada gitar jadi lumayan bisa menyalurkan sedikit hobi bermain gitar di kost nantinya. Aku berangkat bersama bapaku pukul 3 pagi. Tak lama sebuah bus menghampiri kami dan kami pun menuju Jogja dengan bus itu. Dalam bus, aku duduk terpisah dengan bapaku. Aku di depan sementara bapaku dibelakang, firasat buruk datang ketika dalam perjalanan beberapa pengamen masuk kedalam bus, tapi tak lama dan tanpa lagu mereka langsung turun kembali. Awalnya aku tak mengerti, mungkin saja dilarang oleh kernet bus itu, padalah keadaan bus cukup penuh penumpang.

Kemudian dalam perjalanan selanjutnya, mataku terasa mengantuk dan aku pun tertidur. Entah mimpi apa yang jelas air liur mulai membasahi pipi sebelah kiriku, saat tersadar aku hapus air liur itu dengan jaket yang aku pakai. Dan aku pun melanjutkan tidurku lagi, saat sedang terlelap tidur tiba – tiba bus berhenti mendadak, otomatis semua penumpang terlempar kedepan termasuk aku. Na’as gitar yang aku bawa mengenai kepala seseorang di depanku, dengan nada sedikit kesal dia berkata, “ Kalau ngamen bawa gitarnya ati – ati donk mas!!??” Menanggapi perkataan orang tersebut, aku hanya mengangguk dan sedikit tersenyum kecut tak mau memperpanjang masalah. Setelah 4 jam perjalanan dalam bus, aku sampai di daerah Gamping. Aku pikir seperti biasa, aku turun di daerah Gamping namun saat aku sudah turun. Dengan segala gerakan yang bisa bapaku lakukan, beliau menginstruksikan aku untuk segera masuk kembali ke bus karena kami akan turun di terminal Giwangan. Yah dengan cekatan aku berlari dan masuk kembali ke bus, eh lha Si kernet malah ngomong,” Duh mas, nggak kuliah?? Koq pagi – pagi dah ngamen??” Dengan muka sedikit memelas aku berkata,” Saya bukan pengamen pak, orang tadi saya naik bus ini tapi salah turun.” Nah, Si kernet hanya bilang,”OOooo.....ati – ati ya mas”

Aku cukup kesal karena dari tadi dikira pengamen terus, memang waktu itu aku hanya memakai jaket dan topi serta membawa gitar. Sementara tas aku letakkan dibagasi bus. Nah tak lama dalam perjalanan menuju terminal, datang lagi sebuah musibah. Saat aku sedang duduk sambil sedikit memetik senar gitar, masuklah 2 orang pengamen. Mereka menyanyikan lagu dan saat meminta uang kepada penumpang, mereka melewatkan aku alias aku tidak dimintai uang. Tapi kemudian salah satu diantara mereka duduk disebelahku dan bertanya,” Mas, dah berapa lama ngamen disini??” Dengan tenang aku pun menjawab, ” Saya bukan pengamen, kebetulan aja mau kuliah bawa gitar” Eh Si pengamen malah nyodorin tangan dan berkata,” Kalau gitu bayar dong.” Aku hanya menggelengkan kepala dan berkata, ” Uangnya mau dipakai naik bus nanti mas, lain kali aja.” Mendengar jawaban itu Si pengamen hanya terdiam, untung saja dia tidak marah dan mengancam aku kayak di tivi – tivi. Selamat .... selamat ....

Rabu, 18 Juni 2008

Tips untuk Penyanyi Dangdut

Beberapa waktu lalu, aku melihat sebuah pertunjukan dangdut di televisi. Acaranya sih di Jogja, tapi cukup lewat televisi aku menonton karena kebetulan dompetku sedang terserang hama wereng (kere). Aku lihat sang pedangdut menari sungguh membuat penontonnya buta termasuk aku yang hanya nonton lewat televisi. Bagaimana tidak, pedangdut itu yang notabene seorang wanita memakai baju ketat pula, bergoyang seenak udelnya (udel = pusar) sendiri, yang gaya jungkir balik, jengking, kangkang .... waduh bener – bener membuat penonton 4M (merem melek melet melet). Sebenarnya tidak ada hubungannya penari dangdut dengan diriku karena aku bukan pecinta dangdut atau penyanyi dangdut. Yang jelas aku menulis ini karena aku pikir ini ada hubungannya dengan pengalamanku. Pernah suatu hari saat kost sepi (karena penghuninya pada pulang kampung), aku bereksperimen memutar lagu dangdut lalu bergoyang segila mungkin, eh ternyata besok harinya mulai dari ujung rambut sampai ujung rambut lainnya terasa pegal – pegal. Maklum, badan tinggal tulang jadi sekali goyang ancur. Kemudian aku berpikir, bagaimana kalau aku tulis saja tips jitu buat para pedangdut yang mungkin saja belum mahir bergoyang dan hanya penyanyi tingkat RT/RW. Karena kebanyakan pedangdut tingkat RT/RW cuma bisa bergoyang ala ondel – ondel, bergoyang ke kanan dan ke kiri saja. Berikut ini adalah tips yang aku susun agar para pedangdut amatir bisa bergoyang dengan aman dan nyaman dilihat penonton.

1. Berdoalah sebelum bergoyang, agar tidak terjadi encok, pegel, linu atau mungkin patah tulang saat bergoyang.

2. Letakkan tangan di pinggang kemudian rasakan alunan musik sambil perlahan goyangkan pinggul penuh penjiwaaan.

3. Hindari menunjukan bagian tubuh yang dapat menimbulkan 4M tadi. Karena dapat menyebabkan ejakulasi dini pada kebanyakan pria.

4. Apabila anda bernyanyi di acara formal seperti sunatan massal atau ulang tahun anak, jangan sekali – kali menggunakan pakaian ketat dan bergoyang erotis karena tidak baik ditonton oleh buah hati para ibu yang kebetulan ikut menonton.

5. Tersenyumlah kepada para penonton karena tersenyum adalah sebagian dari iman.

Aku akan memberikan contoh yang benar saat bergoyang, aku menggunakan model bernama Ahong yang berprofesi sebagai banci salon yang kebetulan di PHK karena penyakit epilepsi. Berikut ini adalah goyangan Ahong saat epilepsi sekaligus dapat dijadikan contoh yang baik saat bergoyang :


goyang ach ach


Selamat mencoba, semoga berhasil dan semoga tips-ku tidak diprotes oleh para pedangdut Indonesia. Forgive me, I just kidding koq .... ^_^’

Winda

Winda (19, bukan nama sebenarnya) adalah orang yang sempat mengisi hatiku. Dia adalah teman satu kampusku yang kukenal sejak tahun 1954 (tapi bo’ong). Ketika kami dipertemukan dalam sebuah kelas awalnya aku hanya mengaguminya saja sebagai salah satu gadis sunsilk eh salah .... maksudku gadis cantik. He2x ^_^’. Maklum lelaki kan ditakdirkan untuk mengagumi kecantikan wanita jadi karena aku ditakdirkan menjadi seorang lelaki maka tak ada salahnya aku menjadi pengagumnya. Yang jelas, dari perasaan yang biasa saja. Lama kelamaan muncul sebuah rasa yang berbeda, ya rasa upilkeju. Tuh kan salah lagi, maksudku rasa – rasa suka yang mengganggu. Yah, tentu saja mengganggu pikiranku, jiwa dan ragaku. Weleh2x. Terlebih ketika kutahu harapanku pada Nevi untuk menjadi kenyataan sudah NOL besar. Aku tahu tak mungkin dia memilihku untuk jadi yang terpilih. Akhirnya, aku palingkan hatiku pada yang lain yang bisa membuat suasana dan semangatku kembali hidup. Ya, dia itu Winda.

Aku sangat senang jika dia dekat denganku, ngobrol, tertawa ha ha hi hi, pokoknya dia berbeda dengan Nevi yang susah sekali untuk aku dekati. Hingga suatu saat, aku tak sanggup lagi untuk pendam perasaanku padanya. Kebetulan aku punya teman yang punya buku bahasa Jerman, jadi aku tulis saja ungkapan hatiku dengan bahasa Jerman. Entah ejaan dan cara penulisannya benar atau tidak, yang jelas saat itu aku tuliskan kata – kata seperti ini :
Gutten abend Winda. Ich möchte sprechen bei du. Zum beispiel das glück sein für ich. Ich möchte das glück ist gibt lieben du jetzt. Deshalb was du möchte also ich mädchenfreund? Ich möchte antwort ja oder nein. Entschuldigung zum biespiel ich falsch. Danke für du, gutten schlafen und traümen schön freund. Tschüs!

Yang menurutku artinya :
Selamat malam Winda. Aku pengen ngomong sama kamu. Seandainya keindahan ada untukku. Aku ingin keindahan itu adalah bisa menyayangimu sekarang. Oleh karena itu, apakah kamu juga mau jadi teman wanitaku? Aku ingin jawaban ya atau tidak. Maaf jika aku salah. Terima kasih untukmu, selamat tidur dan mimpi indah teman. Sampai besok!

Dia pun menanyakan arti kata – kata itu keesokan harinya, tapi aku tetap merahasiakannya. Hari berganti hari, perasaan ini semakin menggebu. Yang aku lakukan hanya menuliskan puisi untuknya, ya hanya itu. Sempat suatu hari aku mengirimkan puisi cinta. Kemudian dia hanya memberikan sebuah senyuman, aku bertanya padanya mengapa cuma senyuman? Apa komentarmu tentang puisi itu.

Dia bilang,”No Comment. Wakakakak nggak dink. Bagus. Ini puisi buat siapa?”

Aku jawab,”Ya, buat kamu. Orang aku kirimnya ke kamu. Itu masih anget lho, baru aku buat langsung aku kirim ke kamu. Awalnya cuma missed call eh jadi pengen buat puisi. Tapi itu belum ada judulnya, aku kasih judul Winda boleh nggak? Nyambung nggak sih?”

Dia bilang,”Ya boleh judulnya Winda. Memang apa maksudnya Zul?”

Aku jawab,”Artikan saja sendiri. Kalau kamu tahu apa maksudku pasti kamu tahu apa arti puisi itu.”

Dia bilang,”Setiap orang memparafrasekan puisi itu berbeda – beda. Yang paling tepat ya yang buat. Sekarang artinya apa Zul?”

Aku bilang,” Intinya itu menceritakan tentang orang yang merasa tak pantas memiliki seseorang tapi dia ingin memiliki orang tersebut.”

Dia bilang,”Ini ungkapan hati Zul?”

Aku bilang,”Bisa ya, bisa juga nggak. Udah ah, jangan dilanjutin lagi aku nggak bisa. Jangan singgung ini di kampus, jangan ceritakan pada siapapun. Aku mohon, maaf aku pakai acara kirim puisi itu ke kamu.”

Kemudian dia tidak membalas sms itu lagi dan setelah kejadian itu. Banyak hal yang berubah dalam diriku, perasaan grogi dan tak percaya diri menjadi hal yang paling sering muncul ketika aku bertemu dengannya , aku merasa ada yang berubah pada sikapnya padaku, dia jadi pendiam dan tak welcome padaku seperti biasanya. Mungkin dia juga malu atau bahkan nggak mau dekat denganku lagi. Tapi biarlah itu mengalir, yang bahasa Inggrisnya,”Let it just flow”. Yah itulah kisah cintaku yang kedua yang mungkin akan berakhir sia – sia sama seperti yang pertama. Yang penting, semangat saja jalani hidup ini.

Selasa, 17 Juni 2008

Malapetaka Dalam Warnet

Peristiwa ini terjadi beberapa jam yang lalu, jadi masih anget – anget tahi kebo deh. Cerita ini aku tulis sebagai bentuk kekesalanku akan peristiwa yang aku alami tadi. Seperti biasa sebagai seorang blogger yang mulai terkenal gila, setiap 1 minggu sekali sekitar pukul 06.00 pagi aku selalu membuka blog-ku untuk sekedar melihat perkembangan dan mungkin meningkatkan performa blog-ku di dunia internet. Sambil sesekali mencari bahan dari situs – situs internet lain untuk menambah khazanah ilmu dalam blog-ku agar blog-ku mampu (mencoba) bersaing dengan blog lainnya di bursa internet dunia (busyet bahasa tingkat tinggi coy, padahal nggak ngerti maksudnya). Nah, aku masuk ke dalam warnet di ujung jalan (tidak sebut merk) kemudian oleh operator warnet itu, aku dipersilahkan untuk menempati komputer nomor 23. Aku duduk seperti biasa, kaki di kepala, kepala di kaki (lho!!?) kemudian aku mulai mengakses www.macanpesisir.blogspot.com sebuah blog terkenal seantero jagat lelembut. Apalagi yang nyusun blog tersebut adalah cowo manis, semaret (smart-red), dan tentu saja murah senyum, pokoknya mirip artis top Indonesia, Aji Masasih. Nah, kemudian aku mulai surfing, browsing, searching, dan ngis***. Setelah sedikit tersenyum puas karena pengunjung blog-ku semakin meningkat. Aku pun melanjutkan untuk membuat strategi baru agar blog-ku semakin menarik dilihat orang. Yah, tehnik TNTK (Tulisan Ngaco Tapi Keren). Aku post beberapa tulisanku agar orang – orang mau membacanya.

Setelah setengah jam aku berada di warnet, aku mencoba mengecek billing atau berapa banyak aku harus membayar, ternyata masih dalam batas 1000 rupiah. Dengan sedikit menarik nafas, aku melanjutkan membuka friendster, yahoo dan lainnya selagi masih ada waktu untuk main – main di dunia internet. Kemudian setelah ngalor - ngidul (kesana kemari-red) aku pun mencoba mengecek kembali billing tadi, eh lha ternyata sudah berubah jadi 1500 rupiah. Jadi aku lanjutkan beberapa menit lagi agar tidak rugi. Lalu aku coba untuk men-dowload lagu – lagu yang sedang hits di Indonesia. Namun karena lama, aku iseng main klik sembarangan sebagai ungkapan rasa bosanku menunggu download itu selesai, tiba – tiba komputer hang cukup lama dan dengan panik aku keluarkan jurus jitu, reset. Nah, setelah komputer kembali hidup ada masalah baru. Komputer kembali ke posisi awal dan untuk masuk aku harus login kembali, khawatir akan membayar double, aku putuskan untuk menyudahi petualanganku di warnet itu. Kemudian aku menuju kasir untuk membayar semuanya, setelah aku tanyakan berapa semuanya, operator berkata,”Hmmmmm komputer 23 ya? 22000 mas!!?” Naudzubillah mindzalik, aku cuma pakai kira – kira 1 jam koq bayarnya 22000, tentu saja dengan mata merah – merah bibir pecah – pecah aku kompalin kepada operator,”Hah??? 22000?? Aku kan cuma pake 1 jam mas, koq mahal gitu??” Kemudian operator mengecek kembali, sambil bertanya,”Tadi ada tambahan nggak mas??” Dengan nada sedikit memelas seperti anak kecil sedang mimisan aku berkata,”Nggak koq.......” Operator kembali berkata,”Ehmm..komputer 23 tadi dipakai sekitar 1 jam kan?? Kalo gitu 3000 mas.” Kemudian dengan sedikit tidak percaya aku berkata,”3000 mas?? Ya udah...nih.” sambil menyodorkan uang sejumlah 3000. Aku pikir ini aneh, biasanya kan 1 jam kalo pagi cuma 1500 tapi ini naik, tapi ya sudahlah. Mungkin sedikit bersedekah akan membuat aku lebih mengerti arti berbagi. Semoga aja dari malapetaka yang aku alami tadi bisa diambil pelajaran berarti. Yaitu keikhlasan dalam bersedekah (cie....sok alim).

Senin, 16 Juni 2008

Pingpong

Pingpong adalah nama lain dari tenis muka eh meja, ya pingpong atau tenis meja adalah salah satu permainan paling mengasyikan bagi orang – orang yang kurang kerjaan. Dikasih bola, eh dibalikin lagi, benar – benar kurang kerjaan. Setelah beberapa teman bermain, akhirnya giliran aku yang bermain dengan seorang teman yang tak kukenal. Dia mulai melakukan serve bola, wes ewes ewes dia memukul bola dengan keras dan aku menerimanya dengan baik menggunakan kepala, yah inovasi baru. Aku nyengir kesakitan, tapi nggak cengeng koq. Hiks hiks emaaaaakkkkk saaaaakkiiiitt . . .

Yang ingin aku tekankan disini adalah aku nggak bisa main pingpong. Jangankan main, pegang pemukulnya aja kayak pegang sodet masak. Satu – satunya permainan dengan bola yang aku bisa adalah, bola bekel. Sepak bola aja cuma ikut – ikutan lari, basket cuma asal lempar. Nggak peduli kepala siapa lagi yang harus oleng kena lemparanku. Volley?? Alah, itu lagi, serve aja kudu ngeden dulu tapi nggak pernah sampai ke lapangan musuh. Itulah sebabnya aku hanya bisa bersorak mendukung teman – temanku yang saat itu bermain pingpong untuk mengisi waktu luang di bulan puasa. Mungkin aku lebih pantas jadi cheersleader dengan baju ketat dan rumbai – rumbai yang aku goyangkan kesana – kemari kemudian aku bersorak :

“ Go...go...go...pukul....go...go...go...terus...go...go...go...GOBLOK!??

Yah itu saja yang bisa aku lakukan sebagai pengabdian dan rasa solidaritasku yang teramat besar dan dalam pada teman – teman yang bermain. Yang penting ikut berkeringat aja, walau harus bersorak terus sampai mulut berbusa dan celana bernoda (noda apa tuh??). Tapi intinya aku sudah ikut berpartisipasi, mungkin apabila ada kesempatan aku ingin belajar bermain pingpong pada atlet handal Indonesia bernama ... Ucok Baba. Hari semakin sore dan kami pun berhenti bermain, setelah mandi kami pun berbuka puasa. Segerrrrr!!??

Minggu, 15 Juni 2008

Tips Sukses Ujian

Aduh emak....lagi ujian nih....kira – kira gimana ya cara kita biar sukses ujian?? Tentu saja berdoa dan belajar, tapi semua orang sudah tahu dan itu kurang efektif bagi sebagian pelajar Indonesia yang mempunyai keterbelakangan mental. Menurut salah seorang tokoh, orang Indonesia menyukai sesuatu yang praktis dan cenderung lebih mudah. Jadi saya akan coba berikan tips sukses ujian bagi pemuda – pemuda yang menyukai sesuatu yang praktis dan cenderung lebih mudah. Begini caranya :


1.Saat berada di dalam kelas duduklah tenang, mungkin sedikit bercanda lebih dianjurkan. Rileks anggap saja kamu sudah menguasai materi yang akan diujikan.

2.Saat soal dibagi, baca soal dengan gaya yang meyakinkan. Seolah – olah kamu bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan.

3.Apabila selama ujian kamu diperhatikan dosen/guru pengawas, tersenyumlah basa basi agar dosen/guru pengawas mengalihkan perhatiannya kepada siswa yang lain.

4.Jangan sekali – kali gelisah ketika menemui soal yang tidak kamu ketahui, segera pasang gaya seakan - akan sedang berpikir kemudian saat teman dan dosen/guru pengawas terkecoh dengan gaya kita, dengan hati – hati liriklah jawaban teman. Apabila kamu anggap benar maka salinlah.

5.Apabila waktu mengerjakan habis dan ada beberapa soal yang belum kamu jawab, maka kosongi saja. Kemudian tulis kata – kata berikut ini di bagian paling bawah kertas jawaban.

- Untuk dosen yang berlainan jenis dengan kita tulis kata berikut ini : ”Pak/Bu, tolong naikan nilai saya. Bapak/Ibu ganteng/cantik deh, saya bangga kalau bapak/ibu mau menaikan nilai saya. I miss U.” (Jangan lupa sertakan gambar love biar terkesan lebih memikat).

- Terus untuk dosen yang sama jenis dengan kita tulis kata berikut ini : ”Pak/Bu, tolong naikan nilai saya. Semalam saya kena musibah, perut saya kembung gara - gara kebanyakan minum kopi. Jadi pagi ini saya kurang fit mengerjakan soal. Please tolong naikan nilai saya pak/bu.” (Tulis kata tersebut plus gambar senyum agar terkesan memelas).

Demikian tips dari saya, semoga berguna bagi yang ingin sukses ujian tanpa belajar. Keberhasilan tips tersebut tergantung dari individu yang melaksanakannya, tips ini dikhususkan bagi orang – orang yang sudah terlatih, untuk pemula jangan sekali – kali mencoba karena penulis tidak bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu yang kurang baik setelah mengikuti tips ini. Itu adalah efek samping dari tips ini, maka bersikap bijaklah dalam menanggapi tips ini. Terima kasih.... ^_^’

Kotak Pesan (Message Box)

Namamu (Your Name)
E-mail
Subjek (Subject)
Pesan (Message)
Image Verification
Please enter the text from the image
[ Refresh Image ] [ What's This? ]

Bayu | bayu.lebai@gmail.com | "Mamaz...." | Mas, aku dah liat blogmu...ciamik koq...lumayan lah.... :)

PeNDu | hamdu_p@yahoo.co.id | "Jaya.." | Terus berkarya bozz....aku ikut mendukungmu....jaya terus....

BAEM BICHAZ | no email | " " | APA PENGARUHNYA PEREMPUAN CEPAT BOSAN SAMA LAKI-LAKI...? TOLOLNK KASI SOLUSINYA...KEY BOOZ

Dela | vanya_dla@yahoo.com | " " | MenuruT ak tipS tUw udag PaS bGd bwD anK2 sEumUranQ, mkSiy . . . .

yugo-turner | yugo.adil@gmail.com | "saran yah" | bagus, bagus banget malah. tapi... kalo aku nilai sih kayaknya berat nih blog mu kapasitas nya. kan kasihan kalo orang yang mau masuk tapi koneksi internet nya memble...


Kalo kamu mau menambahkan link weblogku di web kamu, silahkan copy kode dibawah ini dan paste di web kamu. Terima kasih :)